Wilujeng Hani Istiqomah: isi pikiran ayah kita mungkin tidak jauh beda dengan apa yang ditulis di bawah ini… Blogger Widgets

Sabtu, 22 Februari 2014

isi pikiran ayah kita mungkin tidak jauh beda dengan apa yang ditulis di bawah ini…

mari berusaha jadi anak perempuan yang baik untuk ayah kita…
semakin banyak dosa kita, semakin kita akan menyeret ayah yang kita cintai ke dalam neraka yang apinya menyala-nyala, tegakah?
jika kau mulai berdua-duaan dengan laki-laki, ingatlah ayahmu
jika lelaki yang belum halal mulai menyentuh kulitmu meski hanya seujung jari, ingatlah ayahmu
ingatlah ayahmu yang akan merasakan siksaan atas maksiat yang kau lakukan
ingatlah ayahmu yang sejak kecil selalu berusaha menjagamu, melindungimu, ingatlah ayahmu…
*berkut ini adalah postingan ust. felix siauw dalam akun resminya yang dibuat untuk putrinya, Alila
1. Allah menganugerahkanku satu putri alila namanya | padanya cintaku penuh seperti ayah lainnya
2. kudidik dia sepenuh ilmuku dan kuajarkan padanya tentang Tuhanku | kubimbing dia dalam berdoa kubacakan padanya ilmu yang kutahui
3. baginya asupan hanya yang baik dan kucukupkan hanya yang terbaik | urusan harta tak kupikir walau raga dipanggang matahari terik
4. takkan kubiarkan ia menangis karena dunia | kulindungi dia dari kejamnya manusia
5. pernah kusampaikan “disekolah bertemanlah dengan perempuan saja” | tidak perlu bermain dengan lelaki karena engkau wanita
6. kupesankan saat hari pertama ia berseragam putih-merah | “laporkan ke gurumu bila ada lelaki mengganggu dan salah”
7. kusampaikan berapi-api “bila ia tetap mengganggu dan gurumu acuh” | “tidak mengapa biar nanti abi bakar dia punya rumah!”
8. haha.. mungkin bagimu berlebih dan tak mengerti | tak mengapa.. engkau akan paham saat engkau jadi ayah seorang putri
9. hanya menatap binar bening matanya saja | engkau akan korbankan apapun engkau punya
10. celotehnya mendadak jadi syair tatkala bepergian | dan setiap bentakan padanya jadi selaksa penyesalan
11. bagimu pelukannya bahkan lebih engkau rindu dari pelukan ibunya | bagimu genggam tangannya bercanda riang itulah uang muka surga
12. dan bagimu yang paling engkau takutkan dan khawatirkan | adalah saat engkau harus melepas dirinya dengan pernikahan
13. ketika engkau harus menyerahkannya kepada lelaki selain dirimu | pertanyaan besarmu “apakah dia akan memuliakan putrimu sepertimu?”
14. maka sesaat setelah akad terucap hakmu atasnya hilang | maka bahagia bagimu tinggal apa yang engkau kenang
15. dia tetap putrimu namun bukan milikmu lagi | dia bukan lagi putri namun juga istri
16. sekarang engkau mengerti mengapa ayah terbata mengeja akad nikah | menangis tertahan ketika semua serah terimamu menjadi sah
17. sekarang akupun memahami mengapa baginda Rasulullah | menjadikan ayah seorang putri menjadi wali nikah
18. akupun mengerti mengapa tatkala lelaki menyukai wanita | maka yang pantas didatangi bukanlah wanitanya namun ayahnya
19. ayahnya yang menghidupi, membimbing, mengajari, melindungi | maka daialah yang pantas menilai kepantasan calon suami
20. ayah yang memiliki hak bertanya | “apakah anak ini bisa menggantikanku memuliakan dan menghormati putriku sebagaimana aku?”
21. mohon dengarkan putriku | sungguh ayahmu lebih tahu
22. bagimu ini adalah lembar baru kehidupanmu | bagiku kehidupan sampai lembar ini masih bagimu
23. maka abi harus memastikan dirinya buatmu terhormat | imannya jadi jaminannya dan akhlaknya jadi penguat
24. takkan pernah abi biarkan lelaki mendekatimu | yang tak punya nyali dan keyakinan mendekatiku
25. hanya lelaki yang bisa menjaga kehormatannya | dia yang bisa menghormati dirimu buatmu mulia
26. abi dianugerahi Allah amanah dan itu adalah engkau | takkan abi sia-siakan, takkan abi lalaikan, karena abi menyayangimu
27. dan bila saat itu pasti menghampiri | abi berdoa itu lelaki semisal Nabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar