Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa aku mulai tak acuh
denganmu.
Bukan berarti ku tak sayang lagi padamu
Bukan berarti aku tak lagi merindukan kabarmu
Hanya saja kecewa ku lebih besar dari semua rasaku padamu.
Kecewa ku karena sifat cuekmu.
Kecewaku karena ulahmu.
Dan kecewaku karena tak pernah dapat kabar darimu, namun
kamu bisa memberi kabar kepada teman-teman perempuanmu, termasuk temanku
sendiri.
Entahlah, masih adakah nomer Hape ku di kontakmu.
Entahlah apa dosaku sehinggaku menyayangi orang yang cuek
sepertimu.
Entahlah apakah masih aku yang kamu sayang atau sudah ada
yang lain.
Entahlah aku tidak
tahu.
Mungkin aku adalah satu-satunya wanita yang tahan dengan
sikap cuekmu itu.
Aku lelah dengan semua ini.
Lelah dengan semua kesibukanmu.
Ingatkah saat kamu bilang “mau fokus UN dulu”.
Tapi kamu lebih mementingkan organisasi mu dari pada PM
disekolah
Tapi kamu lebih mementingkan dispen dibandingkan tugas –
tugas sekolah.
Aku senang saat kamu konsisten untuk fokus UN.
Tapi aku cemburu dengan organisasi mu itu yang membuatmu
melupakan konsistenmu yang sebelumnya.
Terserah apa maumu sekarang.
Setelah kecewa itu muncul.
Aku bertekad untuk tidak menghubungi mu, bahkan tidak ada
lagi nomermu dari Hape ini.
Bahkan untuk melihat wajahmu secara tidak sengaja pun,
membuat luka kecewa ini semakin menganga lebar.
Aku memang telah lama tak jatuh cinta. Dan memang sebelumya
aku tak pernah mau merasakan itu lagi.
Tapi Allah berkendak lain. Entah apakah aku harus selalu
bersyukur dengan semua ini? setelah semuanya membuat ku KECEWA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar