Gak terasa
waktuku untuk duduk dikelas XI.Ipa.5 sudah tidak lama lagi, sedih rasanya
meninggalkan kelas yang penuh prestasi didalamnya. Seiring dengan pergantian
tahun ajaran baru, maka sekolahpun mengadakan seleksi untuk mencari Panitia PK
(Penbimbing Kelas) dan TDK (Tim Disiplin Kelas). Sebenarnya aku tertarik dengan
acara ini sedariku duduk dikelas X, namun dilarang orang tua karena alasan
tertentu.
Tapi akupun
ragu untuk mencalonkan diri tahun ini...........
Alhamdulillahnya
aku punya teman dikelas yang juga mencalonkan diri tetapi sebagai TDK sedangkan
aku sebagai PK namanya Ibnu Choir.
Saat dapat
formulirnya segera ku isi didalam kelas walaupun ada kata ragu dalam hati.Tanpa
sengaja ku lihat kertas yang sama sepertiku tergeletak diatas meja, tanpa nama.
“Ini kertas siapa?”
“Kertas gue Han” Sahut Ibnu sambil
main UNO dengan Dimas.
“Lu mau daftar Nu?”
“Iyaa.. “(masih fokus dengan
UNO-nya)
“Oh.. gue isi ya nama dan kelasnya?”
Tanpa
menunggu jawaban dari Ibnu, aku segera melancarkan aksiku. Hal itu aku lakukan
supaya Ibnu benar-benar mendaftarkan dirinya sehingga aku punya teman kelas
untuk mencalonkan diri.
Entah apa
jadinya atau mungkin aku tidak jadi mendaftarkan diri tanpa Ibnu. Lebay sih
tapi inilah nyatanya.
Seleksi
tahap 1 dan 2 sudah sukses ku laksanakan walaupun dalam perjalanannya aku
sempat dirawat 2 hari karena gejala usus buntu. Penerbitan Majah diEkskul pun
sempat terbengkalai karena ku, tetapi itu semua terbayar sudah dengan
diterimanya ku sebagai PK. Begitu pula denga Ibnu sebagai TDK.
Indahnya
kekeluargaan Panitia MOPDB dan KPHO tahun ini penuh kenangan, pembelajaran dan
pengalaman yang sangat berharga, yang pastinya aku sangat menyesal bila tak
mengikutinya. Sehingga selain kehendak Allah, bisa dibilang semua ini terjadi
karena Ibnu yang secara tidak langsung dan tanpa dia sadari telah menjadi
motivatorku untuk mengikuti acara ini. Sehingga inilah yang membuatku sayang
sama Ibnu, namun hanya sebatas teman, sama halnya sayangku pada Yuni dari kelas
sebelah yang menjadi motivator dan penyemangatku juga.
Kini aku
duduk dibangku kelas XII.Ipa.5 dan Ibnu di XII.Ipa.4.
Acara
tahunan ini pun usai, pembubaran panitia juga sudah, dan tentunya kami Panitia
MOPDB dan KPHO mulai dikenal oleh kalangan kelas X. Contohnya saja Ibnu, dia
punya fans dari kelas X.sos.3 namanya Mahesa. Aku tahu itu saat tidak sengaja
melihat mention mereka berdua di twitter. Segera ku cari tahu siapa Mahesa itu.
Di Bionya tercantum nama #Ibnulovers yang entah mengapa ada rasa yang aneh pada
diriku, ada rasa takut, khawatir dan nyesek. Tes..tes..tess.. tanpa kusadari
ada air mata diatas Hp ku saat melihat mention mereka yang mulai akrab.
“Air mata apa ini? Apa aku cemburu?”
pikirku bingung.
Argh..
rasanya ingin teriak saat Air Mata ini menyadarkanku bahwa aku sedang cemburu.
“Kalau aku nangis karena hal ini,
berarti rasaku benar- benar bukan hanya sekedar sayang dengan teman, tetapi
lebih” kataku sembari membersihkan air mata yang sudah sangat membasahi pipi.
Rasanya
tidak mungkin, namun pelan-pelan tapi pasti, semakin ku pahami. Terlebih lagi
saat Ibnu mendapatkan coklat dari Mahesa di Sekolah, seketika mood ku berubah.
“Cie kak Ibnu dapet Coklat” ledekku
yang berarti aku cemburu.
Tanpa
respon, Ibnu melewatiku dengan wajah merah, mungkin karena malu karena seketika dia menjadi pusat perhatian penjuru
kelas.
“Apakah mungkin air mata ini cara
Tuhan menyadarkanku?”pikirku heran.
Memang ‘ada
banyak cara Tuhan menghadirkan Cinta’. Seperti lirik lagu Aku Memilih Setia dari Fatin penyanyi jebolan X Factor
~Bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar